Kangen Ibu..…..

Sebuah cerita yang diambil dari millist AIPSA, semoga bermanfaat

Setelah 15 tahun menikah, saya tiba-tiba menemukan suatu cara untuk
menyalakan api cinta kami. Demikian tulis seorang pria yang ingin berbagi
pengalaman. Beberapa waktu lalu istri saya mengusulkan agar saya
berkencan dengan seorang perempuan lain, “Besok malam. Kamu akan
mencintainya,” kata istri. “Apa-apaan sih,” protes saya. “Mengapa kamu tidak ikut?”
“Itu acara kamu berdua,” jawab istri. Perempuan yang dimaksudnya adalah
ibu saya yang telah menjanda selama 10 tahun belakangan ini. Saya
jarang menemuinya karena kesibukan kerja dan mengurus tiga anak kami.


Malam itu saya telepon ibu, mengajaknya makan malam dan nonton film.
Berdua saja. “Ada apa dengan istrimu?” kata ibu dari ujung telepon.
“Tidak ada apa-apa, hanya saja menantumu adalah tipe yang selalu curiga
kalau menerima telepon di tengah malam atau undangan yang datangnya
tiba-tiba. Bagi dia, itu pasti akan membawa berita buruk.” Kata saya. “Bu lama
saya tak pernah bertemu, saya pikir, pasti akan menyenangkan kalau kita
sekali-sekali ke luar berdua saja,”. “Ibu mau sekali,” jawabnya lalu
terdiam beberapa lama. “Besok malam, sepulang kantor saya ke rumah ibu.”
Pinta saya. Ibu tampak berdandan rapi, dan ia jelas telah menata
rambutnya di salon, dan dia memakai gaunnya yang terbaik. Gaun yang dipakai
pada pesta ulang tahun perkawinan yang terakhir ketika ayah masih hidup.
Ibu menyambut saya dengan senyum lebar. “Saya bilang ke kawan-kawan
tentang rencana kita ini. Mereka semua kaget dan merasa ikut senang
seperti ibu sekarang,” kata ibu seraya masuk mobil. “Mereka bilang besok pagi
ingin tahu ceritanya.” Kami pergi ke restoran yang agak mahal.
Suasananya elegan, menyenangkan. Ibu menggandeng lengan saya ketika memasuki
ruangan dengan anggun, persis seperti First Lady. Saya harus membacakan
daftar menu karena ibu tak bisa lagi membacanya walau dengan kacamata
tebal. Ketika sedang membaca daftar itu, saya berhenti sejenak menengok
ke ibu. Dia sedang memandangi saya dengan senyum kasih.

“Dulu, ibu yang membacakan kamu daftar menu ketika kau masih kecil,”
katanya. “Sekarang ibu santai saja. Giliran saya yang melayani ibu,”
jawab saya. Sambil makan, kami membincangkan banyak hal sehari-hari. Tidak
ada topik yang istimewa tapi obrolan mengalir saja sampai-sampai kami
terlambat untuk menonton film.

Mengantarnya pulang, di muka pintu ibu berkata, “Ibu mau pergi lagi
dengan kamu, tapi lain kali ibu yang bayar.” Saya setuju. “Bagaimana
kencanmu?”tanya istri saya di rumah.”Sangat menyenangkan. Lebih dari yang saya
duga. Tadinya tidak tahu mau ngomong apa.”. Beberapa hari kemudian, ibu
meninggal karena serangan jantung. Kejadiannya begitu tiba-tiba, saya
tidak sempat berbuat apa-apa untuk menolongnya. Satu minggu berlalu,
sepucuk surat tiba dari restoran tempat ibu dan saya makan malam. Surat itu
dilampiri copy tanda lunas. Ada selembar kertas diselipkan di situ,
tertuliskan: “Ibu sudah bayar makan malam kita karena rasanya tak mungkin
kita makan bersama lagi. Walaupun begitu, ibu sudah bayarkan untuk dua
orang, barangkali untuk kau dan istrimu. Anakku, besar sekali arti
undanganmu malam itu.”

Pada detik itulah saya mengerti arti pentingnya mengunjungi orang tua
kita, mencurahkan kasih sayang kita, walaupun saat ini telah
berkeluarga. Tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup ini daripada menyayangi kedua
orang tua sebagai bukti kita sayang dan cinta kepada dzat yang
memiliknya. Allah SWT telah melimpahkan sebagian kasih sayang-Nya kepada
hamba-Nya sehingga saya masih sempat mencium tangan ibu. Sobat….. temuilah
orang tua kita jangan sampai terlambat untuk mengatakan bahwa kita
mencintai mereka. Saya kangen Bu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s